Kamis, 06 Oktober 2016

HAKIKAT IMAN KEPADA RASUL ALLAH


A.    Makna Iman kepada Rasul Allah
Nabi dan Rasul adalah manusia biasa, yaitu laki-laki yang dipilih Allah untuk menerima wahyu. Apabila tidak diiringi dengan kewajiban menyampaikan wahyu atau membawa misi tertentu, disebut nabi. Jika diikuti dengan kewajiban menyampaikan wahyu atau membawa misi tertentu, disebut rasul. Allah berfirman sebagai berikut:
Artinya: “Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (Q.S al-Anbiya: 7)
Seorang rasul diwajibkan bertabligh (menyampaikan) syariat agama kepada masyarakat, sedangkan seorang nabi tidak. Seorang nabi hanya diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat bahwa dirinya adalah nabi. Dia hanya memberi penerangan tentang syariat seorang rasul, terutama mengenai perkara yang gaib. Para nabi dan rasul itu adalah hamba-hamba Allah yang paling utama.

B.     Kebutuhan Manusia kepada Rasul Allah
Setiap mukmin menerima keberadaan Allah serta percaya adanya aturan yang sempurna dan indah di dalam alam raya. Matahari ditakdirkan untuk menerangi seluruh alam. Akal dan jiwa manusia memerlukan penerang hati berupa petunjuk. Banyak perkara yang sulit dipahami oleh akal pikiran manusia. Akal manusia memang tidak akan pernah sanggup memahami tentang Allah. Oleh karena itu, para nabi dan rasul sebagai utusan Allah bertugas memberikan tuntunan tentang siapa Allah SWT. Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib kita sembah. Adapun firman Allah SWT adalah sebagai berikut:

Artinya: “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (Q.S. Fatir: 24)
Dari firman Allah di atas dapat kita pahami bahwa pada dasarnya manusia memerlukan rasul sebagai pembawa tuntunan dan petunjuk. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan mengapa manusia memerlukan seorang rasul:
1)        Iman kepada yang Gaib
Maksudnya adalah mengesakan Allah, sifat-sifat-Nya, ayat-ayat yang menunujukkan kesempurnaan-Nya, dalam bentuk ibadah.
2)        Cara-cara mencapai Kebahagiaan
Setiap orang mendambakan kehidupan yang menyenangkan dan menggembirakan. Setelah kehidupan dunia, ada kehidupan akhirat yang abadi, yaitu surga dan neraka. Keyakinan terhadao kehidupan di akhirat kelak menjadi pendorong yang paling kuat sesidah iman kepada Allah SWT.
3)        Tataa Cara Beribadah
Para rasul itu diutus menetapkan tata cara beribadah kepada Allah SWT dan berbagai ketentuan lainnya agar tidak menyimpang dari ketentuan-Nya. Dengan demikian, ada kesatuan dan keselarasan usaha agar dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu, diperlukan rasul yang dapat memberikan petunjuk dan menjadi contoh teladan.


C.    Misi  Diutusnya Rasul Allah
Misi diutusnya rasul untuk manusia adalah sebagai berikut:
1.    Membimbing ketauhidan, yaitu mengakui keesaan, keagungan dan kekuasaan Allah SWT;
2.    Membimbing umat manusia agar memiliki akhlak mulia, yaitu kebiasaan untuk melakukan hal-hal baik yang diperintahkan oleh Allah;
3.    Menetapkan hukum-hukum dan segala peraturannya yang harus diikuti oleh manusia selama hidupnya;
D.    Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Terakhir
Sebelum mengangkat seseorang menjadi nabi, Allah sudah menyiapkan dan memelihara kepribadian orang tersebut. Dengan demikian, dia memiliki kepribadian yang sempurna, memiliki jiwa yang utuh, nalar yang kuat, dan akhlak yang mulia. Abu Bakar al-Jazairi mengemukakan bahwa ada tiga syarat jika seseorang diangkat oleh Allah menjadi nabi atau rasul, yaitu:
1.    Al-Misaliyah (Keteladanan)
Seorang yang akan diangkat menjadi nabi atau rasul haruslah memiliki kemanusiaan yang sempurna, baik fisik, akal pikiran, maupun rohani.
2.    Syaraf an-Nasab (Keturunan yang Mulia)
Seseorang yang akan diangkat menjadi nabi atau rasul harusla berasal dari keturunan yang mulia. Maksudnya, dia jauh dari segala bentuk kerendahan budi dan hal-hal lain yang akan menjatuhkan martabat serta nilai-nilai kemanusiaannya.
3.    ‘Amil az-Zaman (Dibutuhkan Zaman)
Kehadiran nabi atau rasul memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Nabia atau rasul berfungsi untuk mengisi kekosongan rohani, memperbaiki segala kerusakan masyarakat, dan mengembalikan umat manusia pada kehidupan yang sesuai dengan fitrah penciptanya.
Nabi Muhammad SAW diutus Allah sebagai nabi dan rasul yang terakhir, tidak ada lagi nabi dan rasul sesudah beliau. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S al-Ahzab: 40)
            Sebagai nabi dan rasul terakhir, Nabi Muhammad SAW telah menyempurnakan agama Allah yang diajarkan secara bertahap oleh para nabi dan rasul sebelumnya sehingga menjadi sempurna. Beliau diutus oleh Allah untuk seluruh umat manusia sepanjang zaman sampai hari kiamat nanti. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Q.S. Saba’: 28)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

APAKAH KAMU MENYESALI PILIHANMU MENJADI ORANG YANG BERIMAN?

 Assalamualaikum Wr Wb Sahabat Iman yang dirahmati Allah SWT. Diantara konsekwensi menjadi orang beriman (memilih untuk beriman) adalah mend...