Kamis, 31 Maret 2016

TAFAKUR DIRI ATAS NIKMAT NIKMAT DARI ALLAH SWT

Merenungi Ayat-Nya yang berbunyi:

aya tersebut diulang 31 kali dalam surat yang sama.

Ya Allah Wahai Rabb alangkah banyaknya kenikmatan yang engkau berikan kepada hamba.

  1. Nikmat hidup
  2. Nikmat diciptakan sebagai manusia, untung tidak jadi binatang atau tanaman
  3. Nikmat diberikan tubuh yang sempurna desain dan fungsinya.
  4. Nikmat punya mata yang dengan mata ini hamba melihat, kasian orang yang buta
  5. Nikmat Punya Hidung yang dengannya hamba menghirup udara, untung hidungnya berlubang
  6. Nikmat punya Tangan yang pas ukuran dan bentuknya, sungguh susah bila tangan tidak ada sikutnya.
  7. Nikmat punya kaki yang sempurna, kasian orang yang kakinya cacat.
  8. Nikmat punya jari-jari tangan yang sempurna, alangkah susahnya bila jari-jari tidak ada ruasnya.
  9. Nikmat punya pinggul yang empuk, pasti sulit kalau pinggul keras seperti jidat.
  10. Nikmat Punya lutut, menderita pastinya kalau tidak ada lutut, nggak bisa jongkok...
  11. Nikmat punya Kulit,,,kebayang betapa menakutkan dan jijiknya kalau manusia tidak berkulit.
  12. Nikmat punya jantung yangbekerja sendiri,, sangat repot pastinya bila harus mengatur kerja jantung
  13. Nikmat punya paru-paru,,, pasti gak akan bisa bernapas kalau tidak ada paru-paru
  14. Nikmat punya pendengaran, sungguh sunyi bila tidak punya pendengaran
  15. Nikmat punya bibir,,,serem pastinya melihat orang gak ada bibir
  16. Nikmat Punya gigi yang kuat,, sengsaranya bila gigi itu lembek kaya ager
  17. Nikmat punya lidah,,,sakitnya bila lidah sekeras gigi,,,nggak mau tutup mulut pastinya
  18. Nikmatnya punya pipi yang elastis,,, pasti tidak mau senyum apalagi tertawa kalo pipi seperti dinding gelas Kaca karna pasti pecah
  19. Nikmat punya rahang yang normal,, sungguh ripuh kalau rahang kaku
  20. Nikmat punya leher yang bisa bergerak  180derajat,, sangat repot kalau leher kaku seperti kayu
  21. Nikmat punya kelopak mata,,, menderita tentunya kalau tidak ada kelopak mata,,,pasti mata ini akan tertutup debu,,dan oh menakutkannya membayangkan orang yang yang tidak berkelopak mata
  22. Nikmat punya bulu mata, kalau tidak maka dikit-dikit pastik elilipan
  23. Nikmat bisa berbicara,,,
  24. Nikmat adanya kelenjar air mata,, repot dan pasti sakit kalau kelenjarnya kering
  25. Nikmat ada kelenjar air ludah dimulut,,,
  26. Nikmat punya rambut yang kompak warna dan pertumbuhannya
  27. Nikmatnya udara yang mengandung oksigen,, oksigennya gratis,,, 
  28. Nikmat bisa makan dan minum
  29. Nikmat bisa menelan makanan
  30. Nikmat ada pencernaan yang otomatis bekerja
  31. Nikmat adanya mules kalau mau Buang Air,,jadinya tahu kapan harus ke Toilet
  32. Nikmat adanya sinar matahari
  33. Nikmat adanya air minum,air untuk mandi, mencuci dan memasak
  34. Nikmat ngantuk,,,sungguh kasihan orang yang tidak bisa ngantuk,,gak bisa tidur
  35. Nikmat punya akal,,, orang gila contohnya tidak punya akal,,,
  36. Nikmat punya perasaan
  37. Nikmat punya daya tumbuh yang tepat,,,rambut tumbuh memanjang tapi kalau bulu mata tidak memanjang padahal sama-sama sel rambut
  38. Nikmatnya bisa Buang air kecil
  39. Nikmatnya bisa Buang Air Besar
  40. Nikmatnya bisa kentut
  41. Nikmatnya bisa bersendawa
  42. Nikmatnya bisa nguliat(meregangkan badan)
  43. Nikmatnya bisa bersin
  44. Nikmatnya menggerakan tangan kaki dengan ringan
  45. Nikmatnya punya orang tua, saudara adik dan kakak
  46. Nikmatnya punya rumah yang ada atapnya
  47. Nikmatnya punya rumah yang ada pintunya
  48. Nikmatnya punya rumah yang ada jendelanya
  49. Nikmatnya bisa memakai pakaian
  50. Nikmatnya punya barang-barang yang berguna, dll




Minggu, 20 Maret 2016

KEPENTINGAN PENGETAHUAN BAGI SEORANG MUSLIM

KARUNIA ALLAH YANG TERBESAR

Saudara-saudara seiman yang berbahagia!
Setiap Muslim niscaya yakin sepenuhnya bahwa karunia Allah yang terbesar di dunia ini adalah Agama Islam. Seorang muslim akan senantiasa bersyukur kepada Allah yang telah memasukannya kedalam kelompok umat Rosululloh Muhammad SAW, dan yang telah memberikan kepadanya karunia Islam. Allah sendiri telah menyatakan Islam sebagai karunia-Nya yang terbesar yang diberikan-Nya kepad hamba-hamba-Nya.Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran


Artinya:
..."Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..."


KEWAJIBAN KITA ATAS KARUNIA YANG DITERIMA

Adalah merupakan kewajiban bagi kita untuk melaksanakan kewajiban terhadap Allah, karena nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Seseorang yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya, ia adalah seorang yang tidak tahu terima kasih, dan manusia yang tidak melakukan kewajibannya kepada Tuhan adalah seorang yang paling tidak tahu terima kasih.

Sekarang anda mungkin akan bertanya : Apakah kewajiban yang harus kita laksanakan  kepada Allah yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita? Jawabannya adalah bahwa, karena Allah telah memasukan kita kedalam kelompok umat Rosululloh Muhammad SAW, maka bukti terima kasih yang paling baik yang dapat kita persembahkan kepada Allah atas karunia-Nya yang besar itu,adalah dengan cara menunjukan sikap sebagai pengikut-pengikut Rosulullah SAW yangtulus dan setia. Karena Allah telah memasukan kita kedalam kelompokmasyarakat Muslim, maka satu-satunya cara untuk membuktikan rasa terima kasih kepada-Nya adalah dengan cara menjadi Muslim yang benar. Tidak ada cara lain bagi kita untuk menyatakan terima kasih kepada Allahatas karunia yang sangat besar itu. Bila kita tidak menyatakan rasa syukur kita dengan cara demikian, maka hukuman atas sikap kita yang tidak tahu terima kasih itu  akan sebanding dengan besarnya karunia yang Allah berikan. Semoga Allah menghindarkan kita dari hukuman yang demikian itu, Amiin.

SUMBER: 
BUKU "DASAR-DASAR ISLAM" 
KARYA : ABUL 'ALA AL MAUDUDI
BAB 1 IMAN
HALAMAN 4

MANUSIA MULIA Vs MANUSIA HINA

Kebenaran akan membawa pada kemuliaan dan kesalahan (kebathilan) akan menggiring pada kehinaan. Manusia akan dipandang mulia apabila melakukan perbuatan-perbuatan yang benar, sebaliknya manusia akan dipandang hina apabila melakukan hal-hal yang salah.                                                       Manusia dengan akal gharizinya mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, ketika dalam diri manusia muncul dorongan-dorongan hawa nafsu maka manusia bisa mengetahui bagaimana cara yang benar dalam memenuhi dorongan hawa nafsunya tersebut. Apabila manusia mengikuti dorongan hawa nafsunya tanpa berpikir terlebih dahulu apakah cara yang dia tempuh itu benar atau salah maka tentu saja perilaku manusia akan menyamai binatang. Pada binatang adalah hal wajar dan normal apabila mengikuti hawa nafsunya dan berbuat sesuai kebiasaannya. Sedangkan pada manusia akan menjadi tidak wajar dan tidak normal apabila mengikuti hawa nafsunya dengan cara yang salah. Maka  pada saat itulah manusia dikatakan menjadi hina.
Contoh ketika manusia lapar,  benarnya manusia adalah memenuhi dorongan lapar itu dengan cara memakan makanan yang merupakan miliknya, bila dia memakan makanan yang bukan haknya berarti dia mencuri dan itu adalah salah maka hinalah dia ketika itu.
Contoh lain misalnya apabila seseorang (manusia) merasakan dorongan hawa nafsu syahwat kepada lawan jenis. Dia akan menjadi hina apabila menyalurkan hawa nafsunya itu kepada istri/ suami orang lain, atau kepada anak kandungnya, atau kepada anak kandung orang lain atau bahkan kepada binatang sekali pun. Nah, lain lagi kalau binatang, karena dia tidak memiliki akal gharizi maka bagi binatang tidak berlaku benar dan salah tidak berlaku mulia dan hina, sekali pun binatang melampiaskan hawa nafsu syahwatnya pada lawan jenis nya seenaknya ganti,melakukan dimana saja dengan siapa saja maka bagi binatang itu bukan kehinaan,bagi binatang itu adalah kebiasaanya, normal dan wajar. Tapi apabila manusia berperilaku seperti binatang maka bisa dikatakan bahwa manusia lebih rendah dari binatang, itu adalah kehinaan bagi manusia.

Bagaikan dua buah Mobil dikemudiakan dua orang sopir yang berbeda yang melaju di jalan menurun, mobil A  ada remya dan Mobil B tidak ada remnya, pada saat di ujung jalan ada sebuah tembok  dan kedua mobil tersebut sama-sama menabrak tembok sehingga temboknya rusak begitupun dengan bagian depan mobilnya maka pertanyaannya: mana sopir yang lebih rendah derajatnya? Tentu jawabannya adalah Sopir mobil A (yang ada remnya) memiliki derajat lebih rendah dari Sopir mobil B (yang tanpa rem). Mobil yang tidak ada remnya wajar saja menabrak tembok. Lalu kenapa mobil yang ada remnya koq menabrak tembok juga? Berarti remnya tidak dipakai,dengan sengaja sopir tidak menginjak remnya, atau dengan sengaja mau mencelakakan dirinya sendiri.

Selasa, 24 November 2015

MANUSIA Vs BINATANG

Manusia dan binatang memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan antara manusia dengan  binatang adalah sama-sama makhluk yang memiliki Badan, akal dan hawa nafsu. Namun tentu saja Badan Manusia berbeda dengan badan binatang, akal manusia berbeda dengan akal binatang, Hawa Nafsu manusia juga berbeda dengan hawa nafsu binatang.
Akal manusia disebut dengan akal gharizi sedangkan akal binatang disebut dengan  akal tobi’i. Akal Gharizi adalah akal yang mampu berpikir membeda-bedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan, mana yang baik dan mana yang buruk. Akal tobi’I adalah akal yang mampu mengingat kebiasaan-kebiasan, akal tobi’I tidak mampu berpikir membedakan  benar dan salah, tidak mampu memahami, tidak mampu menganalisis dan tidak mampu berinovasi.

Hawa Nafsu manusia dan hawa nafsu binatang pada dasarnya sama saja. Manusia punya hawa nafsu makan, binatang juga sama. Manusia punya hawa nafsu pada lawan jenis binatang pun sama, manusia punya hawa nafsu marah binatang pun sama. Perbedaan hawa nafsu manusia dan hawa nafsu binatang adalah hawa nafsu manusia bisa dikendalikan sedangkan hawa nafsu binatang tidak bisa dikendalikan. Dengan apa manusia mengendalikan hawa nafsunya? Yaitu dengan akal  gharizi yang dimilikinya. Binatang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya karena tidak memiliki akal gharizi. 

Senin, 23 November 2015

MANUSIA MAKHLUK SEMPURNA

Manusia adalah  makhluk yang  sempurna. Kesempurnaan manusia dapat dilihat dari bentuk fisik tubuhnya yang sedemikian rupa memiliki desain yang sangat sempurna, sempurna secara ukuran-ukurannya, sempurna fungsi-fungsinya, juga sempurna secara penampakannya yang secara estetika begitu indah dan menawan. Kesempurnaan manusia berikutnya adalah memiliki akal yang berfungsi untuk berpikir membedakan benar dan salah, membedakan untung dan rugi, membedakan baik dan buruk. Dengan akalnya manusia juga bisa memahami segala sesuatu, bisa menghitung, bisa menganalisis, bisa berimajinasi dan bisa berinovasi. Kesempurnaan manusia berikutnya adalah adanya hawa nafsu yang berfungsi untuk merasakan nyaman dan tidak nyaman, enak dan tidak enak, nikmat dan tidak nikmat. Dengan kata lain kesempurnaan manusia adalah karena manusia memiliki Badan, Pikiran dan Perasaan.


APAKAH KAMU MENYESALI PILIHANMU MENJADI ORANG YANG BERIMAN?

 Assalamualaikum Wr Wb Sahabat Iman yang dirahmati Allah SWT. Diantara konsekwensi menjadi orang beriman (memilih untuk beriman) adalah mend...